Pemimpin Hamas Khaled Mashal, berbicara dari luar negeri, menolak proposal untuk melucuti senjata kelompok itu, menggambarkan pendekatan Hamas sebagai "realistis dan praktis" untuk mencegah serangan terhadap Israel tanpa menyerahkan persenjataannya. "Ancaman itu datang dari Israel, bukan dari Gaza. Perlucutan senjata bagi Palestina akan seperti mengambil jiwa mereka," kata Mashal kepada Al-Jazeera.